Sudah selama ini ternyata, seperempat abad. Apa yang sudah saya capai?
Sudahkah saya mencapai kesuksesan?
Kalau sukses berarti punya gelar, saya sukses.
Kalau sukses berarti punya gaji besar, saya sukses.
Kalau sukses berarti punya semua yang diinginkan, saya sukses.
Sudahkah saya bahagia?
Kalau bahagia berarti bisa tersenyum, saya bahagia.
Kalau bahagia berarti bisa melakukan apa yang kamu mau, saya bahagia.
Saya sukses dan bahagia dengan arti dan cara saya sendiri.
Selamat datang dunia seperempat abad. Saya siap.
Seperempat Abad.
Untukmu yang tak ingin menetap..
Untukmu yang tak ingin menetap, terimakasih.
Terimakasih telah menyadarkan saya, ada hal yang tak bisa dipaksa.
Untukmu yang tak ingin menetap, apa kabar? Sudahkah kau bahagia?
Sudahkah kau menemukan rumah yang kau cari?
Untukmu yang tak ingin menetap, kau tau, kehadiranmu yang sesaat membawa pengaruh terbesar dihidup saya.. Ah, Tuhan memang maha baik. Saya berdoa diberi yang terbaik, di jauhkannya kita. , Bukan kau yang tak baik, tapi saya. Mungkin.
Untukmu yang tak ingin menetap, jika di sepertiga malam kau tiba tiba memikirkan saya, itu cara Tuhan menyampaikan rindu. Jangan goyah, rindu ini hanya sementara.
Tetaplah kau berjalan menuju rumahmu.
Untukmu yang tak ingin menetap, maaf.
Maaf jika kelak saya sudah bukan lagi tempatmu untuk singgah. Bukan karena saya sudah tak berharap, ataupun menyerah.
Kelak, entah kapan, saya pasti akan ditemukan oleh dia yang tak hanya singgah, tapi menetap dan membangun rumah bersama.
Untukmu yang tak ingin menetap, saya rindu, sungguh dan sangat.